Elearning Jurusan Manajemen Bisnis

Beberapa penulis mengemukakan sebenarnya jumlah bawahan yang dapat dipimpin aleh seorang manajer. Terbatasnya seorang manajer untuk memimpin pengetahuan bawahannya maupun pengetahuannya tentang sebuah aktivitas. Jangan dilupakan bahwa aktivitas tidak dapat di paksakan kepada bawahan dengan mengabaikan kapasitas mental dan phisik dari bawahan. Disamping itu juga wewenang harus disesuaikan dengan rencana-rencana organisasi dan paham sosial yang berlaku seperti kebiasaan, keyakinan dan sebagainya. Di sini status daripada yang melaksanakan aktivitas manajemen didasarkan atas kekuasan yang berkaitan dengan hak milik.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Dari sisi kualitatif, perubahan UUD 1945 bersifat sangat mendasar karena mengubah prinsip kedaulatan rakyat yang semula dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR menjadi dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Hal itu menyebabkan semua lembaga negara dalam UUD 1945 berkedudukan sederajat dan melaksanakan kedaulatan rakyat dalam lingkup wewenangnya masing-masing. Perubahan lain adalah dari kekuasaan Presiden yang sangat besar menjadi prinsip saling mengawasi dan mengimbangi . Prinsip-prinsip tersebut menegaskan cita negara yang hendak dibangun, yaitu negara hukum yang demokratis. Salah satu keberhasilan yang dicapai oleh bangsa Indonesia pada masa reformasi adalah reformasi konstitusional . Agen perubahan merupakan peran penting kedua dari seorang pemimpin visioner.

Seorang pemimpin hendaknya memiliki pandangan yang luas, sabar, artinya seorang pemimpin itu mampu menampung segala macam persoalan dan mampu mencari penyelesaian. Yang terakhir adalah dengan melakukan diskusi bersama dengan seluruh karyawan dalam waktu tertentu. Dengan tujuan untuk meminta masukan dan tanggapan dari karyawan mengenai cara kepemimpinan yang telah dilakukan selama masa jabatan. Maka dari itu seorang pemimpin harus menjadi mediator yang bijak dalam menyelesaikan masalah kecil. Seperti selalu bersikap tegas terhadap para karyawan yang terlambat masuk kerja agar tidak mengulangi hal tersebut.

Pemimpin yang hanya menjadi solidarity maker juga bukanlah pemimpin yang efektif. Apalagi pemimpin yang hanya terkenal sebagai tipe administrator yang berwatak birokratis. Dalam keadaan yang tidak regular ini, pemimpin dengan kualitas primalah yang kita butuhkan, hari ini di Aceh, yaitu pemimpin yang berkarakter dan memiliki integritas serta memiliki visi yang jelas dalam menyelesaikan segala permasalahan bangsa Aceh. Sebagai seorang perempuan, menurut penulis, kepemimpinan transformasional lebih cocok bagi penulis dibandingkan kepemimpinan transaksional karena dalam berhubungan dengan orang lain penulis lebih cenderung untuk menekankan nilai-nilai hubungan baik dan pertemanan.

Dalam konteks manajemen risiko, tugas utama seorang pemimpin risiko adalah menentukan arah dan kebijakan risiko dalam organisasi. Keterampilan dalam proses penentuan arah dan kebijakan tersebut perlu didukung dengan kesadaran diri, keterbukaan, kepercayaan, kreativitas, dan kecerdasan seorang pemimpin. Artinya, seorang pemimpin risiko bertanggung jawab penuh terhadap seluruh proses dan aktivitas dalam manajemen risiko. Oleh karena itu, seorang pemimpin risiko harus selalu berpedoman pada aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan sebagai panduan pengelolaan risiko di organisasi. Mengkreasikan iklim perkembangan dan kesempatan tumbuhnya kepemimpinan;5).

Dengan demikian, diharapkan ke depan Indonesia akan menjadi lebih baik secara ketatanegaraan dan kemasyarakatan. Pengaruh Iklim Kerja terhadap Kreativitas Organisasi dapat dijelaskan melalui pernyataan Ibrahim, Isa, dan Shahbudin yang menyatakan bahwa ketika atasan memberikan suasana kreativitas yang mendukung maka mood akan berhubungan positif dengan kreativitas karyawan. Pemimpin yang etis berpikir pada penguatan tim dan organisasi, dan berusaha untuk menumbuhkan kebersamaan berdasarkan nilai-nilai yang diterima seluruh anggota. Ia harus mempunyai kemampuan untuk bekerja sama dengan bawahan, sehingga mereka benar-benar memiliki kesetiaan bekerja di bawah kepemimpinan-nya. Menjadi seorang pemimpin besar artinya Anda harus bisa mengkomunikasikan visi, tujuan, bakat, maksud dan harapan Anda pada orang lain secara jelas dan gamblang. Ini juga berarti kemampuan Anda untuk mendengar apa yang orang lain sadar atau tidak sadar tengah komunikasikan.

Disaat situasi tidak menentu dan kacau akan lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan. Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para pemimpin, apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak. Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri , sikap bertanggungjawab yang tulus , pengetahuan , keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan , kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain dalam membangun organisasi. Keterampilan dalam kepemimpinan mencakup proses penyatuan terhadap objektif, proses komunikasi, dan perencanaan di dalamnya.

Mendapatkan tugas atau amanah berarti kamu memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikannya dengan baik. Mendapatkan respek dan kepercayaan dari anggota kelompok untuk merealisasikan perencanaan. Seorang pemimpin yang visioner tidak akan meninggalkan diskusi sebelum semua hal jelas. Setelah mencapai sebuah persetujuan, kita harus mengetahui dengan jelas langkah apa yang selanjutnya harus dilakukan. Membentuk lebih banyak nilai dan membangun hubungan baik merupakan cara untuk menyingkirkan berbagai hambatan atau rintangan yang ada dalam berbisnis.