Mahasiswa Ubsi Cikampek Jadi Guru Dadakan

Demikian pula terhadap mendidik anak apabila melakukan pelanggaran baik menyangkut norma agama maupun masyarakat. Usaha pertama yang dilakukan adalah dengan lemah lembut dan menyentuh perasaan anak didik. Jika dengan usaha itu belum berhasil maka pendidik bisa menggunakan hukuman pengabaian dengan mengabaikan atau mengacuhkan anak didik. Jika hukuman psikologis itu tidak belum juga berhasil maka pendidik bisa menggunakan hukuman dengan fisik yang dibenarkan dan dengan Batasan yang ditawarkan oleh syariat islam.

Izin menanggapi pak, jika saya berada diposisi tersebut sudah pasti saya akan merasa panik apalagi di kondisi saya baru pertama kali mengajar dan menjadi wali kelas. Namun sebagai guru haruslah bertindak profesional, apalagi seorang guru harus siap menghadapi karakter peserta didik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sepanik-paniknya saya akan mencoba untuk tenang saat dihadapkan oleh situasi tersebut. Saya sebagai guru, tidak boleh menampakkan kepanikan dan kegugupan saya saat berada dalam kondisi tersebut di hadapan peserta didik. Sebagai guru haruslah yakin pada kemampuannya dan harus bisa menjadi guru yang baik serta dapat menginspirasi orang lain.

Terapkan konsekuensi tertentu untuk membantu mereka belajar dari situasi ini. Konsekuensi yang diberikan harus berhubungan dengan kesalahan mereka, tetap menghormati anak sebagai pelaku, masuk akal dan logis, serta dapat diterima untuk mengajarkan anak agar berperilaku lebih baik. Soroti perilaku yang tidak pantas dan tidak dapat diterima dan ingatkan mereka akan aturan dan pedoman anti-bullying yang dibuat di tingkat sekolah / kelas.

Mengingat setiap murid memiliki karakter yang unik dan beragam tidak menutup kemungkinan murid yang sulit diatur merupakan anak yang hiperaktif. Memasuki kelas sesungguhnya untuk belajar mengajar, serta menggunakan informasi yang selama ini telah dikumpulkan sebagai pedoman dalam melaksanakan “delapan keterampilan dasar mengajar”. Saya setuju dengan rekomendasi movie dari mbak Isma yang berjudul Big Brother, menurut saya movie tersebut cocok ditonton calon guru agar menjadi guru yang friendly serta menunjukkan kalau kesuksesan dan kebahagiaan dari seorang siswa tidak akan lepas dari peran guru dan juga orang tua.

Pada tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya dikenal sebagai penulis yang memakai pendekatan informal, seperti contohnya memakai kata ganti “Gue, Gua, Lo” dalam menunjukan kata ganti orang. Namun khusus pada tulisan kali ini, saya memutuskan untuk memakai kata ganti “saya, kamu, Anda”. Karena kemungkinan besar target market pembaca tulisan saya kali ini tidak hanya terbatas pada kalangan pelajar dan mahasiswa, tapi juga untuk kalangan guru dan orangtua.

Mendidik junior, dan anak didik menjadi pribadi yuang lebih baik

Nasionalistik berdasarkan budaya nasional dan universalistik berdasarkan hukum alam. Sedangkan suasana dalam pendidikan yang diajarkan dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara adalah suasana yang berprinsip pada kekeluargaan, kebaikan hati, empati, cinta kasih, dan penghargaan terhadap masing-masing anggotanya. Sedangkan metode yang terdapat dalam ajaran Ki hadjar Dewantara adalah metode among yaitu metode yang berdasarkan pada asah, asih, dan asuh . Hakikat dari semboyan yang ketiga ini mengajak kepada para guru untuk selalu memberikan arahan yang baik dan benar dalam kemajuan belajar siswanya.

Hukuman – hukuman seperti menulis dan menyalin ayat-ayat Al Quran, berjemur di lapangan push-up atau membersihkan sampah menjadi bagian dari bentuk hukuman yang diperbolehkan. Adapun hukuman fisik lainnya sebatas dalam kewajaran juga diberlakukan. Dan tidak dibenarkan pemberian hukuman dilakukan oleh santri kepada santri lain, peserta didik terhadap peserta didik lain. Menghukum santri,dalam hal ini misal senior memberikan hukuman pada junior. Keterlibatan organisasi santri pada lembaga atau institusi pendidikan hanya sebatas membantu dalam pengawasan dan pencatatan terhadap santri dengan perintah dan sepengetahuan guru pengawas. Termasuk dalam hal pemberian hukuman mutlak menjadi otoritas guru atau ustadz/ustadzah.

Izin menanggapi pertanyaan bapak, menurut saya yang akan saya lakukan jika berada pada posisi guru baru tersebut adalah dengan menghilangkan pikiran maupun bayangan yang negatif terhadap kegiatan belajar mengajar nantinya. Selain itu sebagai seorang guru yang baru, saya akan berusaha menjalin hubungan baik dengan para guru senior dan belajar dari bagaimana cara mereka mengajar melalui obrolan santai yang sopan, serta melakukan pengamatan bagaimana cara guru-guru senior dalam mengajar. Kemudian jika saya dijadikan wali kelas, saya juga akan belajar bagaimana menjadi wali kelas yang baik dan bertanggung jawab dengan cara menggali ilmu dari guru-guru yang pernah menjadi wali kelas. Selain itu untuk menjadi guru sekaligus wali kelas yang baik dan bertanggung jawab melalui media on-line dan buku-buku referensi. Sebelumnya, program ini sudah pernah dilaksanakan di Indonesia pada awal 2019 dalam rangka merayakan bulan kebaikan yang diperingati oleh Starbucks secara international atau yang lebih dikenal dengan Global Month of Good di setiap April.