Pendidikan Karakter Di Sekolah

Masa remaja adalah masa yang ditandai oleh adanya perkembangan yang pesat dari aspek biologik, psikologik, dan juga sosialnya. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya berbagai disharmonisasi yang membutuhkan penyeimbangan sehingga remaja dapat mencapai taraf perkembangan psikososial yang matang dan adekuat sesuai dengan tingkat usianya. Kondisi ini sangat bervariasi antar remaja dan menunjukkan perbedaan yang bersifat particular person, sehingga setiap remaja diharapkan mampu menyesuaikan diri mereka dengan tuntutan lingkungannya.

Sebagai suatu sistem, harus merupakan suatu kesatuan yang utuh dari masing-masing komponen yang terkait. Karena komponen tersebut satu dengan yang lainnya saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang ditetapkan secara kuantitatif maupun secara kualitatif ditentukan oleh kualitas dan kuantitas semua komponen serta kualitas interaksi antar komponen-komponen itu sendiri. Dari sejumlah komponen tersebut, komponen sumber daya guru merupakan komponen sekolah yang memegang peranan paling penting dan utama dalam menentukan kualitas proses dari hasil pendidikan, yang selalu berkaitan dengan keberhasilan tujuan sekolah. Keberadaan sekolah tidak dapat dipisahkan dari unsur manusia itu sendiri, karena sekolah dibentuk oleh dan untuk keperluan manusia. [newline]Dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yang efektif dan efisien perlu didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas pula.

Di pihak lain, mereka juga berhadapan dengan berbagai tantangan yang berkaitan dengan pubertas, perubahan peran sosial, dan lingkungan dalam usaha untuk mencapai kemandirian. Perubahan mood yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis. Dalam hal kesadaran diri, pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness).

Mendidik junior, dan anak didik menjadi pribadi yuang lebih baik

Sehingga perlu dikaji ulang tentang proses pelaksanaan pendidikan tersebut agar tercapai tujuan pendidikan itu. Izin menanggapi bapak Jika saya dalam keadaan tersebut mungkin wajar jika merasa panik, takut dan grogi, apalagi itu adalah hal baru yang akan dijalani. Pembinaan kepribadian dan Sikap(Personality & Attitude)guru yang di- lakukan secara terus menerus akan menciptakan guru yang konstruktif yaitu guru yang memiliki tujuan untuk melakukan perubahan dari dalam diri siswanya. Perubahan tersebut bisa dicapai jika guru mampu menempatkan dirinya sebagai sumber kreatifitas dan inspirasi bagi siswa.

“Ada jalur zonasi, ada jalur prestasi, ada jalur afirmasi, bahkan ada jalur pindah tugas orangtua. Tentu yang harus diadopsi dalam seleksi PPPK untuk guru honorer ini bukan jenis jalurnya, tetapi mannequin seleksi yang menampung keragaman latar belakang guru honorer sehingga proses seleksi menjadi lebih fair,” katanya. Politikus PKB ini menegaskan, harusnya seleksi penerimaan PPPK untuk sejuta guru honorer ini tidak bisa disamakan dengan mannequin seleksi PPPK untuk bidang lain. Harusnya seleksi PPPK untuk sejuta guru honorer ini mengadopsi pola penerimaan peserta didik baru . “Kami memahami jika program seleksi PPPK untuk sejuta guru honorer merupakan program terobosan dari Mendikbudristek Nadiem Makarim agar para guru honorer yang bertahun-tahun terpinggirkan bisa mendapatkan perhatian negara.

Maka dari itu, usahakan untuk selalu mengajarkan hal-hal baik yang tidak menyimpang dari agama Allah. Sebab, orang tua akan menjadi contoh utama yang anak-anak temui setiap hari. Setelah itu, barulah guru dan teman sepermainan yang akan menjadi contoh lainnya. Dalam PPDB, disediakan jalur-jalur khusus untuk menampung keragaman latar belakang siswa.

Apalagi jika menggunakan metode pembelajaran dengan cara “berceramah”, kemungkinan mereka tidak akan bisa fokus terhadap materi yang diberikan. Saya sangat setuju dengan mbak Baroroh, tidak semua orang akan mudah menyukai kita. Namun komunikasi menjadi jembatan yang sangat penting, dimana akan membangun sebuah interaksi sehingga tidak terjadi miss komunikasi. Setelah saya meyakinkan diri saya, selanjutnya adalah saya akan mencari tahu tentang kelas yang akan saya ajar. Saya bisa mencari tahu lewat guru-guru yang sebelumnya sudah pernah mengajar dikelas tersebut. Dari sini saya akan mendaptkan banyak informasi yang selanjutnya bisa menjadi bahan untuk persiapan baik dari cara berkomunikasi,media pembelajaran, ataupun cara penyampaiannya.

Selain itu, mengerjakan tugas sekolah adalah sebuah tingkah laku yang diharapkan, dan jika seorang siswa lalai dan tidak mengerjakan tugas sekolah maka agar siswa itu dapat menampilkan tingkah laku yang diharapkan maka hukuman adalah satu cara yang digunakan untuk mengatasinya. Bila sekolah diberikan peranan juga untuk membentuk karakter setiap peserta didiknya, pertanyaan yang harus diajukan adalah, “Tahap-tahap apakah yang harus dicapai oleh peserta didik dalam pendidikan karakter yang diterimanya di sekolah? ” Secara sederhana, ada tiga tahapan penting yang harus dicapai oleh setiap peserta didik agar mampu menjadi pribadi yang berkarakter baik dalam hidupnya. Tahap-tahap tersebut adalah figuring out good , feeling good , dan doing good . Kindergarten merupakan jenjang awal untuk memperlengkapi peserta didik menuju jenjang berikutnya.

Pembawaan materi jangan monotone, kita harus bisa memvariasi materi yang kita bawa. Karena selama pembelajaran monotone akan lebih cepat membuat siswa jadi mengantuk dan bosan yang berakibat turunnya minat belajar siswa. Jadi siswa paling pintar di sekolah tentunya menarik perhatian banyak orang. Mulai dari guru hingga sesama siswa pasti memperhatikan siswa paling pintar di sekolah, terutama para junior cewek.